Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Oktober 2023

FALSAFAH WONG JOWO


Kuat dilakoni, gak kuat ditinggal NGOPI
Soale menungso kuwi sejatine mung kurang  siji... Yoiku: NGOPI

NGOPI iku tegese (Ngolah Pikiran), mulo kopi iku rasane PAIT. Nanging sak pait-paite kopi.. isih iso digawe LEGI.

LEGI (Legowo ning ati) / Berlapang Dada Hatinya, carane kudu ditambahi GULO.

GULO (Gulangane Roso) / Mengelola Perasaan Baik, sing asale soko TEBU.

TEBU (Anteb Ning Kalbu) / Mantab Hatinya, banjur diwadahi CANGKIR.

CANGKIR (Nyancangne PiKIR) / Menguatkan Pikiran, trus disiram WEDANG.

WEDANG (Wejangan Sing Marahi Padang) / Nasehat Yang Menentramkan Hati, ojo lali di-UDHEG.

UDHEG (Usahane Ojo Nganti Mandeg) / Usaha Jangan Sampai Berhenti, anggone ngudheg nganggo SENDOK.

SENDOK (Sendhekno Marang Sing Nduwe Kautaman) / Pasrahkan Pada Yang Maha Kuasa, dienteni sithik ben rodo ADEM.

ADEM (Ati digowo Lerem) / Hati Jadi Tenang, njut bar kui lagi di-SERUPUT.

SERUPUT (Sedoyo Rubedo Bakal Luput) / Semua Godaan akan Terhindar.

Meniko Falsafahipun "NGOPI"

Sumonggo... Ngopiii

(Anonim - dari share group Whatsapp)

Kamis, 15 Juni 2023

ASAL USUL HURUF JAWA

Alkisah  ada seorang pemuda sakti dari Majethi bernama Aji Saka yang mempunyai 2 orang abdi setia bernama Dora dan Sembada. 

Sabtu, 10 Juni 2023

DAFTAR NAMA SILSILAH DALAM BUDAYA JAWA (TRAH JAWA)

Dalam kehidupan sehari - hari, kita mengenal istilah kekerabatan dengan sebutan ayah, ibu, paman, bibi, kakek, nenek, anak, cucu, keponakan, sepupu dan sebagainya.

dari generasi ke generasi,
Jika kekerabatan ini disederhanakan dan ditata menurut tingkatan generasi dari yang tertua ke paling muda, maka kita dapatkan susunan:

  • Kakek dan nenek
  • Ayah dan ibu 
  • Anak 
  • Cucu
  • Cicit

Bagaimana dengan sebutan ayah dari kakek? atau sebaliknya anak dari cicit disebut apa? atau mungkin kakek dari kakeknya kakek??? 😳

Dalam kehidupan sehari - hari hal- hal tersebut biasanya tidak menjadi perhatian khusus karena pada umumnya rentang generasi yang hidup pada suatu masa hanya berkisar antara kakek dan cicit, sehingga dengan istilah yang ada tersebut dianggap sudah cukup memadai.

Namun dalam budaya Jawa, ternyata permasalahan ini mendapat perhatian khusus dari para leluhur di masa lalu. Dalam tatanan silsilah Jawa, bahkan tercatat istilah untuk rentang 18 generasi sebelum dan 18 generasi sesudah kita!